Pilot Study: Pertanyaan Utamanya Bukan “Apakah Intervensinya Signifikan?”
Pilot study terutama mengurangi ketidakpastian sebelum studi utama—bukan mengejar p-value pada sampel kecil.

p > 0,05 pada pilot bukan berarti aplikasinya gagal
Seorang mahasiswa mencoba aplikasi pembelajaran Biologi pada 20 siswa, menjalankan t-test, lalu kecewa karena p > 0,05. Padahal pertanyaan penting justru bisa berupa: apakah siswa bisa login, instruksi dipahami, durasi realistis, instrumen dapat diselesaikan, dan data dapat dikumpulkan lengkap?
Apa tujuan utama pilot study?
Kerangka pilot dan feasibility menempatkan pilot sebagai bagian dari penilaian kelayakan studi definitif: apakah penelitian utama dapat dilakukan, seharusnya dilakukan, dan bagaimana sebaiknya dilakukan. Pilot study bukan sekadar penelitian utama dengan N yang lebih kecil.
Uji proses sebelum mempertaruhkan studi besar
Untuk flipped classroom delapan minggu, pilot dapat menilai recruitment, retention, intervention fidelity, durasi video, pemahaman item, kelengkapan pretest–posttest, koneksi internet, dan acceptability. Informasi seperti ini dapat menyelamatkan penelitian utama dari masalah operasional yang sebetulnya dapat diprediksi.
Sampel pilot sering tidak dirancang untuk estimasi efektivitas yang presisi
Sampel kecil dapat menghasilkan confidence interval lebar, effect size tidak stabil, power rendah, dan hasil yang sensitif terhadap beberapa observasi. Karena itu, hasil efektivitas dari pilot perlu ditafsirkan sangat hati-hati.
Lebih berguna jika peneliti menentukan progression criteria sejak awal, misalnya target retention, kelengkapan data, durasi kegiatan, keterlaksanaan protokol, dan ketiadaan masalah teknis kritis.
Mana tujuan pilot yang lebih tepat?
A — Efektivitas
“Apakah model X berpengaruh signifikan?”
B — Feasibility
“Apakah rekrutmen, intervensi, kepatuhan, instrumen, dan retensi dapat berjalan sesuai rencana?”
Untuk pilot feasibility, tujuan B jauh lebih selaras dengan fungsi desain.
Gunakan protokol P.I.L.O.T.

Uji cepat
Pilot menemukan banyak masalah teknis. Apakah itu berarti pilot gagal?
Buka jawaban
Tidak. Menemukan masalah sebelum penelitian utama justru dapat berarti pilot menjalankan fungsinya dengan baik—asal temuan digunakan untuk merevisi desain.
Pilot yang menemukan masalah bisa menjadi pilot yang berhasil
Pertanyaan utamanya bukan “apakah hipotesis signifikan?”, melainkan “apakah studi utama dapat berjalan dengan baik, dan apa yang perlu diperbaiki?”
Referensi ilmiah
- Eldridge, S. M., Chan, C. L., Campbell, M. J., Bond, C. M., Hopewell, S., Thabane, L., & Lancaster, G. A. (2016). CONSORT 2010 statement: Extension to randomised pilot and feasibility trials. Pilot and Feasibility Studies, 2, 64. https://doi.org/10.1186/s40814-016-0105-8
No comments:
Post a Comment