Apa Beda Systematic Review dan Narrative Review? Jangan Salah Pilih
Systematic dan narrative review sama-sama berguna—asal dipilih sesuai pertanyaan penelitian.

Mahasiswa sering mendapat instruksi “buat literature review”, padahal istilah review mencakup banyak desain. Dua yang paling sering tertukar adalah systematic review dan narrative review.
Kapan kita membutuhkan review yang sangat terstruktur dan reproducible, dan kapan sintesis naratif yang lebih fleksibel justru lebih tepat?
SEE — Dua cara membaca peta penelitian
Systematic review berusaha mengidentifikasi dan mensintesis bukti dengan metode eksplisit dan dapat ditelusuri. Narrative review biasanya lebih fleksibel dan kuat untuk menjelaskan sejarah, teori, konsep, atau perdebatan yang luas.
QUESTION — Apa pembeda utamanya?
| Aspek | Systematic review | Narrative review |
|---|---|---|
| Pertanyaan | Biasanya spesifik/terstruktur | Bisa lebih luas dan konseptual |
| Pencarian | Strategi eksplisit dan dilaporkan | Lebih fleksibel, tetapi sebaiknya transparan |
| Seleksi | Kriteria inklusi–eksklusi jelas | Sering berbasis relevansi untuk membangun narasi |
| Appraisal | Umumnya terstruktur | Tergantung tujuan review |
| Sintesis | Naratif, meta-analisis, atau metode lain | Utamanya konseptual/naratif |
| Reproducibility | Target tinggi | Biasanya lebih rendah tetapi bisa ditingkatkan lewat transparansi |
IMAGINE — Dua jenis kamera
Systematic review seperti kamera survei yang harus memotret semua area sesuai protokol. Narrative review seperti kamera dokumenter: penulis memilih sudut yang paling membantu menjelaskan cerita, tetapi tetap harus jujur tentang cara memilih bukti.
EXPLAIN — Alur systematic review
1. Tentukan pertanyaan
Gunakan kerangka yang sesuai seperti PICO/PICOS bila relevan.
2. Susun protokol dan kriteria
Tentukan database, kata kunci, tahun, populasi, outcome, dan kriteria eksklusi secara eksplisit.
3. Cari dan seleksi
Catat duplikasi, screening, full-text, dan alasan eksklusi.
4. Appraisal dan ekstraksi
Nilai kualitas atau risk of bias menggunakan alat yang sesuai.
5. Sintesis
Systematic review tidak wajib memakai meta-analisis. Meta-analisis hanyalah salah satu metode sintesis statistik ketika data cukup kompatibel.
PRISMA 2020 adalah pedoman pelaporan agar alasan, metode, proses seleksi, dan hasil systematic review disajikan transparan.
Narrative review bagaimana?
Narrative review bernilai untuk topik luas, teori, sejarah konsep, dan literatur heterogen. Green, Johnson, dan Adams menekankan bahwa review naratif tetap perlu objektivitas dan metode penulisan yang baik.

Miskonsepsi vs sains
| Miskonsepsi | Penjelasan |
|---|---|
| Systematic review pasti ada meta-analisis. | Tidak. Meta-analisis hanya salah satu metode sintesis. |
| Narrative review berarti asal memilih artikel. | Tidak seharusnya. Review naratif yang baik tetap transparan dan argumentasinya berbasis bukti. |
| Pakai PRISMA berarti otomatis systematic review. | Tidak. PRISMA adalah pedoman pelaporan; desain metodologinya tetap harus benar-benar sistematis. |
| Systematic review selalu lebih baik. | Jenis review harus cocok dengan pertanyaan dan tujuan. |
Contoh Pendidikan IPA/Biologi
Systematic: “Apakah flipped classroom meningkatkan hasil belajar IPA dibanding pembelajaran konvensional?”
Narrative: “Bagaimana konsep flipped classroom berkembang dalam pendidikan IPA dan bagaimana AI generatif mengubah aktivitas pra-kelas?”
🧠 S4G Feynman Challenge
“Saya pakai diagram PRISMA, berarti penelitian saya systematic review.” Benar?
Jawaban
Belum tentu. Proses pencarian, seleksi, appraisal, dan sintesis harus benar-benar sistematis dan terdokumentasi.
Referensi
- Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 5(3), 101–117. https://doi.org/10.1016/S0899-3467(07)60142-6
- Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
- Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
beda-systematic-review-dan-narrative-review • Keyword: systematic review vs narrative review, PRISMA, literature review mahasiswa.
No comments:
Post a Comment