Dari Masalah ke Pertanyaan Penelitian: Contoh Pendidikan Biologi
Masalah penelitian masih terlalu luas sampai kita menentukan bukti awal, apa yang belum diketahui, unit analisis, dan jenis jawaban yang ingin diperoleh.

“Siswa sulit belajar Biologi” belum menjadi pertanyaan penelitian
Kalimat itu masih terlalu umum. Begitu pula “mahasiswa sulit memahami genetika”. Kita belum tahu kesulitan yang mana, siapa pesertanya, bagaimana kesulitan diketahui, outcome apa yang penting, dan jenis jawaban apa yang ingin diperoleh.
Bagaimana masalah berubah menjadi pertanyaan yang dapat dijawab data?
Penelitian membutuhkan konsistensi antara masalah, pertanyaan, desain, data, dan analisis. Jangan melompat dari keluhan umum langsung ke metode tertentu.
Dari awan besar ke satu titik fokus
Masalah penelitian seperti peta daerah yang bermasalah. Pertanyaan penelitian adalah koordinat yang akan diperiksa. “Mahasiswa kesulitan memahami evolusi” dapat dipersempit menjadi: “Miskonsepsi apa yang paling sering muncul pada penjelasan mahasiswa calon guru mengenai seleksi alam?”
Lima langkah mempersempit pertanyaan
- Identifikasi fenomena.
- Cari bukti awal dari tes diagnostik, pekerjaan siswa, observasi, atau studi terdahulu.
- Tentukan outcome atau fenomena: miskonsepsi, pemahaman, transfer, argumentasi, atau lainnya.
- Tentukan jenis jawaban: mendeskripsikan, membandingkan, menguji asosiasi, mengestimasi efek, atau memahami proses.
- Bentuk pertanyaan yang benar-benar dapat dijawab data.
Contoh pertanyaan penelitian Pendidikan Biologi

Miskonsepsi apa yang paling sering muncul pada pemahaman mahasiswa tentang seleksi alam?
Seberapa besar perbedaan pemahaman seleksi alam antara strategi A dan B?
Bagaimana hubungan kemampuan membaca grafik dengan literasi data Biologi?
Berapa besar efek retrieval practice terhadap retensi konsep genetika dibanding rereading?
Bagaimana calon guru Biologi menjelaskan proses ketika mengevaluasi klaim sains dari AI?
Bedah pertanyaan yang terlalu luas
“Bagaimana pembelajaran Biologi yang baik?”
Buka analisis
Terlalu luas: populasi, konsep, outcome, konteks, dan jenis jawaban belum jelas. Perlu dipersempit sebelum memilih desain.
Protokol F.O.C.U.S.
Yang perlu dihindari
Pertanyaan terlalu luas; memuat beberapa studi sekaligus; memakai kata “pengaruh” pada desain yang tidak mendukung kausalitas; menentukan metode sebelum pertanyaan; variabel tidak benar-benar diukur; serta mengganti lokasi saja untuk menciptakan novelty.
Checklist pertanyaan penelitian
☐ Spesifik
☐ Dapat dijawab data
☐ Sesuai desain
☐ Realistis
☐ Tidak mengandung klaim sebelum diuji
☐ Relevan dengan masalah/gap yang sudah dibuktikan
Referensi
- Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2019). Educational research (6th ed.). Pearson.
- Farrugia, P., Petrisor, B. A., Farrokhyar, F., & Bhandari, M. (2010). Research questions, hypotheses and objectives. Canadian Journal of Surgery, 53(4), 278–281.
- Plaatjies, B., & Pretorius, A. (2026). Clarifying research problems and questions in education. Pedagogical Perspective. https://doi.org/10.29329/pedper.2026.141
- Booth, W. C., et al. (2016). The craft of research (4th ed.). University of Chicago Press.
- Hulley, S. B., et al. (2013). Designing clinical research (4th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.
No comments:
Post a Comment