Menemukan Research Gap yang Nyata dalam Artikel Jurnal
Research gap bukan sekadar lokasi baru; ia harus ditemukan dari pola bukti yang belum cukup jelas dan memang penting untuk dijawab.

“Belum pernah dilakukan di sekolah saya” — apakah otomatis gap?
Belum tentu. Jika penelitian flipped classroom sudah banyak dilakukan, perbedaan lokasi hanya menjadi gap jika ada alasan ilmiah mengapa konteks baru tersebut dapat mengubah pemahaman kita terhadap fenomena.
Apa itu research gap?
Secara sederhana: what we know versus what we still need to know. Gap dapat muncul ketika hasil bertentangan, sampel sangat terbatas, desain punya kelemahan, outcome penting belum diperiksa, mekanisme belum jelas, atau bukti perlu diperbarui.
Lima gap yang praktis
Bukti masih terbatas. Contoh: banyak studi mengukur achievement, sedikit yang memeriksa long-term retention.
Hasil antarstudi berbeda; pertanyaannya adalah mengapa.
Bukti didominasi metode tertentu yang mungkin belum menangkap fenomena secara cukup.
Kelompok penting kurang terwakili dan ada rasional mengapa konteks itu penting.
Kita tahu X berkaitan dengan Y, tetapi belum cukup memahami mekanismenya.
Jangan berhenti pada lokasi

Future research adalah petunjuk, bukan perintah
Satu artikel yang menulis “future studies should examine motivation” tidak otomatis memberi topik penelitian. Bandingkan beberapa studi dan cari apakah pola yang sama berulang.
Protokol G.A.P.
Mana yang lebih kuat: “belum pernah di Universitas X” atau “bukti dominan self-report sehingga perilaku verifikasi aktual belum jelas”?
Buka jawaban
Pilihan kedua. Ia menunjukkan keterbatasan bukti dan informasi yang masih hilang.
Gap statement yang lebih kuat
Yang perlu dihindari
Gap berdasarkan satu artikel; menganggap lokasi baru otomatis novelty; gap tidak terkait pertanyaan; mengklaim “belum ada penelitian” tanpa pencarian memadai; gap ada tetapi tidak penting; dan memaksakan gap demi metode favorit.
Referensi
- Lingard, L. (2018). Writing an effective literature review: Part I: Mapping the gap. Perspectives on Medical Education, 7, 47–49. https://doi.org/10.1007/s40037-017-0405-x
- Robinson, K. A., Saldanha, I. J., & McKoy, N. A. (2011). Development of a framework to identify research gaps from systematic reviews. Journal of Clinical Epidemiology, 64(12), 1325–1330. https://doi.org/10.1016/j.jclinepi.2011.06.009
No comments:
Post a Comment