Sains4Genius • EduResearch Edition • Minggu, 11 Oktober 2026
Menyusun Latar Belakang Penelitian Pendidikan Tanpa Sekadar Menumpuk Kutipan
Latar belakang yang kuat adalah argumentasi mengapa penelitian perlu dilakukan, bukan parade “menurut A, B, C”.
Research Compass

Banyak sitasi, sedikit argumen
“Menurut A… menurut B… menurut C…” dapat menghasilkan banyak referensi, tetapi belum tentu menunjukkan masalah, bukti, gap, atau alasan penelitian.
Untuk apa latar belakang ditulis?
Latar belakang harus membantu pembaca memahami apa masalahnya, apa yang sudah diketahui, apa yang belum diketahui, mengapa gap penting, dan apa yang dilakukan penelitian.
Sitasi adalah bukti. Argumen adalah tulang punggungnya.
Struktur P.R.O.B.L.E.M.
P
Phenomenon — persoalan nyata.
R
Relevance — mengapa penting?
O
Observed evidence — apa buktinya?
B
Body of knowledge — apa yang sudah diketahui?
L
Lack / gap — apa yang belum diketahui?
E
Explain why it matters — mengapa gap penting?
M
Move to purpose — arahkan ke tujuan studi.
Dari citation dump menjadi synthesis

Template 5 paragraf
1. Konteks
Mengapa topik penting?
2. Masalah
Apa persoalan dan buktinya?
3. Known
Sintesis penelitian terdahulu.
4. Gap
Apa yang belum jelas?
5. Studi Anda
Bagaimana studi merespons gap?
Mini-check
“Belum ada penelitian di sekolah saya” cukup sebagai gap?
Buka jawaban
Belum tentu. Jelaskan mengapa konteks tersebut relevan secara teoritis, empiris, atau praktis.
Referensi
- Bavdekar, S. B. (2015). Writing introduction: Laying the foundations of a research paper. JAPI, 63(7), 44–46.
- Lingard, L. (2018). Writing an effective literature review: Part I: Mapping the gap. Perspectives on Medical Education, 7, 47–49. https://doi.org/10.1007/s40037-017-0405-x
- Shah, J., Shah, A., & Pietrobon, R. (2009). Scientific writing of novice researchers. Academic Medicine, 84(4), 511–516.
- Tavakol, M., & O’Brien, D. (2023). The importance of crafting a good introduction to scholarly research. International Journal of Medical Education, 14, 178–180.
No comments:
Post a Comment