Bedakan Artikel Penelitian, Review, Editorial, dan Prosiding
Semua dapat muncul di Google Scholar, tetapi tidak semuanya melaporkan penelitian baru atau memberi jenis bukti yang sama.

“Saya sudah punya 20 artikel penelitian”
Setelah diperiksa, ternyata campuran original research, review, editorial, dan proceedings. Semuanya bisa berguna, tetapi fungsi buktinya berbeda.
Mengapa jenis artikel penting?
Editorial tentang tren flipped learning belum tentu merupakan studi empiris yang mengukur perubahan hasil belajar.
Empat jenis dokumen
Melaporkan studi primer; biasanya ada methods dan results.
Menyintesis penelitian yang sudah ada.
Perspektif atau komentar; tidak harus punya data empiris baru.
Karya konferensi; bentuk dan bobotnya bergantung bidang dan proses review.
Jenis dokumen tidak sama dengan kualitas

Protokol J.E.N.I.S.
Untuk klaim “retrieval practice meningkatkan retensi”, sumber paling langsung?
Buka jawaban
Experimental study dan systematic review/meta-analysis paling langsung, tetapi satu memberi bukti primer dan satu memberi sintesis banyak studi.
Referensi
- González-Albo, B., & Bordons, M. (2011). Articles vs. proceedings papers. Journal of Informetrics, 5(3), 369–381. https://doi.org/10.1016/j.joi.2011.01.011
- Shamir, L. (2010). The effect of conference proceedings on scholarly communication in Computer Science and Engineering. Scholarly and Research Communication, 1(2). https://doi.org/10.22230/src.2010v1n2a25
- Elsevier. (n.d.). Writing a good review article.
- Elsevier. (n.d.). Guide for authors: Article types and formatting.
No comments:
Post a Comment