BAB 2
Identifikasi, Analisis, dan Pemilihan Masalah Penelitian
Belajar menemukan masalah nyata, membaca bukti, menelusuri penyebab, dan menentukan fokus Tugas Akhir yang layak dilaksanakan.
Mulai belajar ↓ Ke kuis formatif ↗Target pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa mampu mengubah keluhan atau gejala operasional menjadi pernyataan masalah penelitian yang didukung bukti, relevan dengan prodi, dan layak ditangani.
Apa yang benar-benar terjadi?
Observasi, wawancara, dokumen.
Kesenjangan, penyebab, kebutuhan.
Dampak, relevansi, sumber daya.
Pernyataan masalah dan justifikasi.
Luaran BAB 2: Dokumen Analisis Masalah Tugas Akhir (DAM-TA), berupa matriks masalah, bukti awal, analisis kesenjangan, dugaan penyebab, prioritas, dan justifikasi.
Konsep masalah penelitian terapan
Masalah penelitian terapan adalah kondisi yang belum memenuhi kebutuhan atau target penting dan dapat diperiksa secara sistematis. Masalah bukan sekadar keinginan menggunakan teknologi terbaru. Sebelum menentukan solusi, kita harus memahami apa yang salah, siapa yang terdampak, seberapa sering, dan apa akibatnya.
Gejala
Kejadian yang terlihat. Contoh: stok di buku berbeda dari stok fisik.
Dugaan penyebab
Penjelasan sementara. Contoh: transaksi keluar terlambat dicatat.
Alternatif solusi
Gagasan penanganan. Contoh: perbaikan SOP, pelatihan, atau aplikasi.
Topik “digitalisasi toko” masih terlalu luas. “Pencatatan mutasi persediaan belum konsisten sehingga stok fisik sering berbeda dari catatan” lebih dekat pada masalah, tetapi tetap membutuhkan data. Dalam penelitian desain, permasalahan yang relevan merupakan pijakan sebelum merancang dan mengevaluasi produk (Hevner et al., 2004; Peffers et al., 2007).
Latihan pikir: mana masalah dan mana solusi?
“Membuat aplikasi Android untuk peminjaman laboratorium” merupakan gagasan solusi. Masalah awalnya mungkin informasi ketersediaan ruang tidak mutakhir, konflik jadwal, atau persetujuan peminjaman terlalu lama. Semua itu masih harus dibuktikan.
Sumber masalah di dunia nyata
Masalah dapat ditemukan pada empat ranah yang saling terkait. Jangan hanya mencari kerusakan perangkat; bisa jadi proses, aturan, atau pemahaman pengguna lebih menentukan hasil.
⚙ Operasional
Transaksi lambat, antrean proses, salah input, atau laporan tidak tepat waktu.
♙ Pengguna
Kesulitan menggunakan fitur, informasi kurang jelas, atau akses terbatas.
▤ Organisasi
Wewenang tidak jelas, standar kerja tidak konsisten, dan kontrol lemah.
| Prodi | Contoh gejala | Bukti yang perlu dicari |
|---|---|---|
| Komputerisasi Akuntansi | Selisih persediaan | Dokumen transaksi dan pencocokan stok |
| Manajemen Informatika | Jadwal laboratorium bertabrakan | Formulir peminjaman dan riwayat jadwal |
| Teknik Komputer | Data suhu sering tidak tersedia | Log sensor, waktu koneksi, dan catatan teknisi |
Observasi awal dan wawancara eksploratif
Observasi bertujuan mencatat kejadian dan proses kerja sebagaimana berlangsung. Catat tanggal, durasi, lokasi, objek, bukti, dan situasi yang memengaruhi peristiwa. Pisahkan fakta dari penilaian pribadi.
Wawancara eksploratif menggunakan pertanyaan terbuka untuk memahami pengalaman pengguna. Contohnya: “Bisakah Anda menceritakan proses peminjaman ruang, dari pengajuan sampai disetujui?” Pertanyaan tersebut lebih baik daripada “Aplikasi baru pasti dibutuhkan, bukan?” karena tidak menggiring jawaban. Pemilihan teknik penggalian kebutuhan perlu menyesuaikan konteks (Carrizo et al., 2014).
| Aspek | Pertanyaan eksploratif | Catatan yang dicari |
|---|---|---|
| Proses | Bagaimana urutan pekerjaan sehari-hari? | Aktivitas dan penanggung jawab |
| Hambatan | Pada tahap mana masalah muncul? | Contoh kejadian yang spesifik |
| Dampak | Apa konsekuensinya bagi pekerjaan? | Waktu, biaya, kesalahan, risiko |
| Perbaikan | Apa yang pernah dicoba? | Kekuatan dan kekurangan cara lama |
Teknik triangulasi sederhana
Bandingkan observasi, pernyataan pengguna, dan dokumen atau log. Bila saling bertentangan, catat perbedaannya. Periksa definisi kejadian, rentang waktu, konteks kerja, dan sumber data tambahan sebelum menyimpulkan.
Analisis kesenjangan (gap analysis)
Analisis kesenjangan membandingkan kondisi aktual dan kondisi yang diharapkan. Target dapat berasal dari standar yang relevan atau kesepakatan operasional yang terdokumentasi. Target yang dibuat untuk latihan tidak boleh diklaim sebagai standar resmi.
Kondisi aktual (simulasi)
Target contoh yang disepakati
Selisih terhadap target = 18 − 3 = 15 item per 100 item. Kesenjangan ini menunjukkan seberapa jauh kondisi aktual dari target, bukan membuktikan penyebabnya.
| Kasus simulasi | Aktual | Target contoh | Kesenjangan |
|---|---|---|---|
| Persediaan UMKM | 18 selisih/100 item | Maks. 3/100 item | 15 item di atas target |
| Peminjaman lab | 6 benturan/bulan | Maks. 1/bulan | 5 benturan di atas target |
| Data suhu server | 14 jam/hari | 24 jam/hari | Kurang 10 jam/hari |
Menelusuri akar masalah
Akar masalah adalah faktor mendasar yang perlu dipastikan melalui bukti. 5 Whys membantu menelusuri dugaan penyebab secara berurutan, sedangkan diagram sebab–akibat membantu mengelompokkan beberapa penyebab yang mungkin saling berkaitan. Teknik 5 Whys tidak otomatis membuktikan jawaban kelima benar (Card, 2017).
Contoh 5 Whys — benturan jadwal laboratorium
Klik setiap pertanyaan untuk menampilkan dugaan penjelasan berikutnya.
Gejala awal: Mengapa jadwal peminjaman laboratorium bertabrakan?
Dua pemesan memperoleh slot waktu yang sama. Perlu konfirmasi melalui formulir dan daftar jadwal.
Mengapa 2 — Mengapa dua pihak bisa memilih slot yang sama?
Status ketersediaan mungkin belum diperbarui saat pengajuan.
Mengapa 3 — Mengapa informasi belum diperbarui?
Pencatatan dapat dilakukan pada beberapa berkas atau kanal komunikasi berbeda.
Mengapa 4 — Mengapa ada beberapa catatan terpisah?
Belum ada satu sumber jadwal resmi yang selalu digunakan.
Mengapa 5 — Mengapa belum ada jadwal resmi yang selalu diperbarui?
Prosedur dan kewenangan pembaruan diduga belum ditetapkan secara jelas. Dugaan ini perlu dikonfirmasi kepada pengelola.
Peta sebab–akibat sederhana — selisih stok
Peta ini adalah ilustrasi alternatif penyebab, bukan bukti bahwa semua faktor benar-benar terjadi.
Analisis pemangku kepentingan
Pemangku kepentingan adalah pihak yang menggunakan, mengelola, memengaruhi, atau terdampak oleh kegiatan maupun solusi. Kebutuhan pemilik organisasi dapat berbeda dari petugas operasional. Karena itu, mahasiswa perlu memetakan peran, kebutuhan, pengaruh, dan hak akses (Reed et al., 2009).
Bedakan kebutuhan dari platform. “Saya ingin aplikasi Android” adalah permintaan bentuk solusi. Kebutuhan yang mendasari mungkin “saya ingin mengetahui ketersediaan laboratorium melalui ponsel”. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui beberapa rancangan teknis yang kemudian dibandingkan.
Memilih masalah yang paling layak
Masalah yang menarik belum tentu cocok menjadi TA. Pertama lakukan penyaringan minimum: izin data, etika, kesesuaian prodi, keselamatan, dan ketersediaan fasilitas. Hanya kandidat yang lolos disusun dalam matriks prioritas.
| Kriteria | Bobot contoh | Pertanyaan pemandu |
|---|---|---|
| Urgensi | 25% | Seberapa mendesak untuk ditangani? |
| Dampak | 25% | Seberapa penting akibat masalahnya? |
| Relevansi prodi | 20% | Apakah sesuai kompetensi D3? |
| Kelayakan | 20% | Bisakah dilakukan dengan sumber daya yang ada? |
| Keterukuran | 10% | Bisakah hasilnya diperiksa? |
🧮 Kalkulator prioritas masalah
Pilih skor 1 (rendah) sampai 5 (tinggi) untuk satu kandidat masalah. Kalkulator ini alat diskusi, bukan bukti statistik atau keputusan otomatis.
Contoh awal: 5×0,25 + 5×0,25 + 5×0,20 + 3×0,20 + 5×0,10 = 4,60. Perbandingan perlu dilakukan antar calon masalah dalam ruang lingkup prodi yang sama.
Jika dua kandidat mempunyai skor hampir sama, lakukan uji kepekaan dengan mendiskusikan perubahan bobot yang masuk akal. Nilai tertinggi tidak boleh mengesampingkan syarat izin, keselamatan, dan kelayakan.
Menilai data, perangkat, biaya, dan waktu
Kelayakan berarti rencana dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab. Kelayakan bukan hanya soal kemampuan membuat program. TA juga memerlukan akses data, izin, alat uji, waktu evaluasi, dan dokumentasi hasil.
Data & etika
Izin, kualitas data, kerahasiaan, dan keselamatan pengguna.
Teknis
Kompetensi, komputer, perangkat, sensor, serta lingkungan uji.
Waktu & biaya
Jadwal observasi, desain, implementasi, pengujian, revisi.
Checklist singkat kelayakan
- Apakah data utama dapat diakses secara sah?
- Apakah pengujian aman dan tidak mengganggu sistem produksi?
- Apakah biaya perangkat realistis?
- Apakah responden atau pengguna bersedia berpartisipasi?
- Apakah tersedia waktu untuk pengujian dan revisi?
Menyusun pernyataan masalah
Problem statement merupakan paragraf yang menyatukan konteks, gejala yang didukung bukti, kesenjangan, dampak, dan fokus penelitian. Ini berbeda dari rumusan masalah yang biasanya berbentuk pertanyaan dan akan dikembangkan lebih lanjut pada BAB 5.
“Pada [lokasi/proses], [pihak terkait] menghadapi [kondisi aktual yang didukung data] dibandingkan dengan [target yang beralasan]. Kondisi tersebut berdampak pada [konsekuensi]. Berdasarkan [bukti awal], ditemukan/diduga [faktor terkait], sehingga perlu dikaji [fokus TA].”
Contoh sebelum dan sesudah
| Kurang kuat | Lebih terfokus |
|---|---|
| “Toko belum memiliki aplikasi modern.” | “Dalam pemeriksaan simulasi 100 item, 18 item memiliki selisih antara catatan dan stok fisik. Proses pencatatan transaksi perlu ditelusuri sebelum solusi ditetapkan.” |
| “Laboratorium butuh sistem daring.” | “Simulasi menunjukkan enam benturan peminjaman dalam sebulan; informasi ketersediaan dan alur persetujuan perlu dianalisis.” |
Angka pada contoh adalah data simulasi untuk pembelajaran. Jangan menyalinnya sebagai temuan penelitian nyata.
Justifikasi masalah berbasis bukti
Justifikasi menjelaskan mengapa masalah tersebut patut dipelajari dan dapat ditangani sebagai TA D3. Lima unsur argumen yang perlu tersedia adalah:
- Konteks: lokasi, proses, dan pihak yang terdampak.
- Bukti: jumlah/frekuensi kejadian, periode, sumber, serta cara mencatat.
- Dampak: konsekuensi operasional atau teknis yang dapat dijelaskan.
- Kebutuhan: kondisi yang semestinya dicapai.
- Kontribusi yang layak: apa yang akan dianalisis, dirancang, atau diuji.
Contoh justifikasi ringkas — Teknik Komputer
Pada skenario simulasi, ketersediaan catatan suhu ruang server baru mencapai 14 jam per hari dari kebutuhan 24 jam. Kesenjangan 10 jam tersebut membatasi pemantauan kondisi secara berkelanjutan, tetapi tidak membuktikan bahwa suhu sudah melampaui ambang aman. Karena itu, diperlukan analisis kebutuhan dan perancangan prototipe pemantauan yang dapat dievaluasi dari aspek kontinuitas data, respons pengiriman, serta ketepatan pengukuran terhadap alat acuan.
Tiga studi kasus terintegrasi
Pilih program studi untuk melihat perbedaan konteks, bukti, dugaan penyebab, dan fokus penelitian. Data yang ditampilkan adalah simulasi.
Ketidaksesuaian stok UMKM
Gejala: terdapat selisih antara stok fisik dan catatan.
Bukti contoh: 18 dari 100 item menunjukkan selisih.
Dugaan sebab: mutasi transaksi tidak dicatat segera.
Fokus yang layak: analisis proses, ketepatan pencatatan, serta kebutuhan sistem informasi persediaan.
Praktikum: Klinik Analisis Masalah TA
Produk akhir: Dokumen Analisis Masalah Tugas Akhir (DAM-TA) 2–4 halaman. Pilih masalah berdasarkan observasi lapangan yang sah atau gunakan salah satu kasus simulasi dengan label yang jelas.
- Tuliskan tiga calon masalah pada program studi Anda.
- Identifikasi gejala, pengguna terdampak, dan bukti yang mungkin diperoleh.
- Lakukan observasi serta wawancara awal (atau kaji dokumen simulasi).
- Buat matriks kondisi aktual–target–kesenjangan.
- Susun 5 Whys atau diagram sebab–akibat dan rencana verifikasi.
- Nilai prioritas menggunakan kalkulator, lalu jelaskan alasan keputusan.
- Tulis satu pernyataan masalah dan justifikasi 150–250 kata.
Template ringkas matriks identifikasi masalah
| Kandidat | Gejala | Bukti awal | Dampak | Kelayakan |
|---|---|---|---|---|
| M1 | … | … | … | … |
| M2 | … | … | … | … |
| M3 | … | … | … | … |
Checklist sebelum konsultasi judul
- □ Masalah berbeda dari sekadar ide aplikasi.
- □ Bukti nyata dan data simulasi tidak tercampur.
- □ Sumber target/kondisi ideal dijelaskan.
- □ Dugaan penyebab belum diklaim sebagai fakta tanpa verifikasi.
- □ Pemangku kepentingan dan izin akses dipertimbangkan.
- □ Fokus dan indikator keberhasilan awal jelas.
Kuis formatif BAB 2
20 soal pilihan ganda × 5 poin = 100. Lengkapi identitas sebelum mengerjakan. Nilai dan identitas akan tampil bersama setelah seluruh jawaban diperiksa.
HASIL KUIS FORMATIF BAB 2
Metode Penelitian Terapan dan Penyusunan Proposal Tugas Akhir
- Nama mahasiswa
- —
- Program studi
- —
- Nomor presensi
- —
- Jumlah benar
- —
- Jumlah salah
- —
- Tanggal pengerjaan
- —
Dokumen hasil ini berasal dari kuis formatif mandiri dan bukan bukti verifikasi identitas atau absensi resmi.
Referensi dan bacaan lanjutan
- Card, A. J. (2017). The problem with “5 whys”. BMJ Quality & Safety, 26(8), 671–677. https://doi.org/10.1136/bmjqs-2016-005849
- Carrizo, D., Dieste, Ó., & Juristo, N. (2014). Systematizing requirements elicitation technique selection. Information and Software Technology, 56(6), 644–669. https://doi.org/10.1016/j.infsof.2014.01.009
- Dorst, K. (2011). The core of “design thinking” and its application. Design Studies, 32(6), 521–532. https://doi.org/10.1016/j.destud.2011.07.006
- Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105. https://doi.org/10.2307/25148625
- Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. Journal of Management Information Systems, 24(3), 45–77. https://doi.org/10.2753/MIS0742-1222240302
- Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., Prell, C., Quinn, C. H., & Stringer, L. C. (2009). Who’s in and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management, 90(5), 1933–1949. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2009.01.001
Bahan ajar ini menggunakan kutipan penulis–tahun dan daftar pustaka dengan pendekatan APA edisi ke-7. Skenario dan angka latihan adalah contoh pedagogis, bukan data survei atau penelitian lapangan.