Search This Blog

Sunday, November 1, 2026

Identifikasi, Analisis, dan Pemilihan Masalah Penelitian telah selesai

Buku ajar interaktif · Metode Penelitian Terapan

BAB 2
Identifikasi, Analisis, dan Pemilihan Masalah Penelitian

Belajar menemukan masalah nyata, membaca bukti, menelusuri penyebab, dan menentukan fokus Tugas Akhir yang layak dilaksanakan.

D3 Komputerisasi AkuntansiD3 Manajemen InformatikaD3 Teknik Komputer
Mulai belajar ↓ Ke kuis formatif ↗
✓

Target pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa mampu mengubah keluhan atau gejala operasional menjadi pernyataan masalah penelitian yang didukung bukti, relevan dengan prodi, dan layak ditangani.

Pertanyaan pemantik: seorang pemilik usaha berkata, “Saya membutuhkan aplikasi persediaan.” Apakah pernyataan itu sudah merupakan masalah penelitian? Pada bagian berikutnya, kita akan membedakan kebutuhan, gejala, penyebab, dan solusi.

Luaran BAB 2: Dokumen Analisis Masalah Tugas Akhir (DAM-TA), berupa matriks masalah, bukti awal, analisis kesenjangan, dugaan penyebab, prioritas, dan justifikasi.

2.1

Konsep masalah penelitian terapan

Masalah penelitian terapan adalah kondisi yang belum memenuhi kebutuhan atau target penting dan dapat diperiksa secara sistematis. Masalah bukan sekadar keinginan menggunakan teknologi terbaru. Sebelum menentukan solusi, kita harus memahami apa yang salah, siapa yang terdampak, seberapa sering, dan apa akibatnya.

Gejala

Kejadian yang terlihat. Contoh: stok di buku berbeda dari stok fisik.

Dugaan penyebab

Penjelasan sementara. Contoh: transaksi keluar terlambat dicatat.

Alternatif solusi

Gagasan penanganan. Contoh: perbaikan SOP, pelatihan, atau aplikasi.

Topik “digitalisasi toko” masih terlalu luas. “Pencatatan mutasi persediaan belum konsisten sehingga stok fisik sering berbeda dari catatan” lebih dekat pada masalah, tetapi tetap membutuhkan data. Dalam penelitian desain, permasalahan yang relevan merupakan pijakan sebelum merancang dan mengevaluasi produk (Hevner et al., 2004; Peffers et al., 2007).

Latihan pikir: mana masalah dan mana solusi?

“Membuat aplikasi Android untuk peminjaman laboratorium” merupakan gagasan solusi. Masalah awalnya mungkin informasi ketersediaan ruang tidak mutakhir, konflik jadwal, atau persetujuan peminjaman terlalu lama. Semua itu masih harus dibuktikan.

2.2

Sumber masalah di dunia nyata

Masalah dapat ditemukan pada empat ranah yang saling terkait. Jangan hanya mencari kerusakan perangkat; bisa jadi proses, aturan, atau pemahaman pengguna lebih menentukan hasil.

⚙ Operasional

Transaksi lambat, antrean proses, salah input, atau laporan tidak tepat waktu.

♙ Pengguna

Kesulitan menggunakan fitur, informasi kurang jelas, atau akses terbatas.

▤ Organisasi

Wewenang tidak jelas, standar kerja tidak konsisten, dan kontrol lemah.

Ranah teknologi: kesalahan pembacaan sensor, jaringan terputus, basis data ganda, gangguan perangkat, atau sistem tidak terintegrasi. Cari jejak teknis yang dapat diverifikasi.
ProdiContoh gejalaBukti yang perlu dicari
Komputerisasi AkuntansiSelisih persediaanDokumen transaksi dan pencocokan stok
Manajemen InformatikaJadwal laboratorium bertabrakanFormulir peminjaman dan riwayat jadwal
Teknik KomputerData suhu sering tidak tersediaLog sensor, waktu koneksi, dan catatan teknisi
2.3

Observasi awal dan wawancara eksploratif

Observasi bertujuan mencatat kejadian dan proses kerja sebagaimana berlangsung. Catat tanggal, durasi, lokasi, objek, bukti, dan situasi yang memengaruhi peristiwa. Pisahkan fakta dari penilaian pribadi.

Contoh objektif: “Pada sesi pengamatan, tiga dari 20 transaksi belum tercatat pada akhir sesi.” Bukan: “Kasir malas bekerja.” Pernyataan kedua menyimpulkan karakter seseorang tanpa bukti.

Wawancara eksploratif menggunakan pertanyaan terbuka untuk memahami pengalaman pengguna. Contohnya: “Bisakah Anda menceritakan proses peminjaman ruang, dari pengajuan sampai disetujui?” Pertanyaan tersebut lebih baik daripada “Aplikasi baru pasti dibutuhkan, bukan?” karena tidak menggiring jawaban. Pemilihan teknik penggalian kebutuhan perlu menyesuaikan konteks (Carrizo et al., 2014).

AspekPertanyaan eksploratifCatatan yang dicari
ProsesBagaimana urutan pekerjaan sehari-hari?Aktivitas dan penanggung jawab
HambatanPada tahap mana masalah muncul?Contoh kejadian yang spesifik
DampakApa konsekuensinya bagi pekerjaan?Waktu, biaya, kesalahan, risiko
PerbaikanApa yang pernah dicoba?Kekuatan dan kekurangan cara lama
Teknik triangulasi sederhana

Bandingkan observasi, pernyataan pengguna, dan dokumen atau log. Bila saling bertentangan, catat perbedaannya. Periksa definisi kejadian, rentang waktu, konteks kerja, dan sumber data tambahan sebelum menyimpulkan.

Etika: minta izin untuk observasi, rekaman, dan penggunaan data. Jangan mengambil data pelanggan, gaji, kata sandi, atau konfigurasi jaringan tanpa otorisasi. Sembunyikan identitas dan informasi sensitif dalam laporan.
2.4

Analisis kesenjangan (gap analysis)

Analisis kesenjangan membandingkan kondisi aktual dan kondisi yang diharapkan. Target dapat berasal dari standar yang relevan atau kesepakatan operasional yang terdokumentasi. Target yang dibuat untuk latihan tidak boleh diklaim sebagai standar resmi.

18 dari 100item stok berbeda

Kondisi aktual (simulasi)

→
≤ 3 dari 100item stok berbeda

Target contoh yang disepakati

Selisih terhadap target = 18 − 3 = 15 item per 100 item. Kesenjangan ini menunjukkan seberapa jauh kondisi aktual dari target, bukan membuktikan penyebabnya.

Kasus simulasiAktualTarget contohKesenjangan
Persediaan UMKM18 selisih/100 itemMaks. 3/100 item15 item di atas target
Peminjaman lab6 benturan/bulanMaks. 1/bulan5 benturan di atas target
Data suhu server14 jam/hari24 jam/hariKurang 10 jam/hari
2.5

Menelusuri akar masalah

Akar masalah adalah faktor mendasar yang perlu dipastikan melalui bukti. 5 Whys membantu menelusuri dugaan penyebab secara berurutan, sedangkan diagram sebab–akibat membantu mengelompokkan beberapa penyebab yang mungkin saling berkaitan. Teknik 5 Whys tidak otomatis membuktikan jawaban kelima benar (Card, 2017).

Contoh 5 Whys — benturan jadwal laboratorium

Klik setiap pertanyaan untuk menampilkan dugaan penjelasan berikutnya.

Gejala awal: Mengapa jadwal peminjaman laboratorium bertabrakan?

Dua pemesan memperoleh slot waktu yang sama. Perlu konfirmasi melalui formulir dan daftar jadwal.

Mengapa 2 — Mengapa dua pihak bisa memilih slot yang sama?

Status ketersediaan mungkin belum diperbarui saat pengajuan.

Mengapa 3 — Mengapa informasi belum diperbarui?

Pencatatan dapat dilakukan pada beberapa berkas atau kanal komunikasi berbeda.

Mengapa 4 — Mengapa ada beberapa catatan terpisah?

Belum ada satu sumber jadwal resmi yang selalu digunakan.

Mengapa 5 — Mengapa belum ada jadwal resmi yang selalu diperbarui?

Prosedur dan kewenangan pembaruan diduga belum ditetapkan secara jelas. Dugaan ini perlu dikonfirmasi kepada pengelola.

Peta sebab–akibat sederhana — selisih stok

ManusiaPelatihan, kesalahan input.
ProsesEntri tertunda, tidak ada pemeriksaan.
DataKode ganda, transaksi tidak lengkap.
TeknologiForm tidak tervalidasi.
PengawasanRekonsiliasi jarang dilakukan.
LingkunganBeban kerja dan akses jaringan.
Dugaan penyebab perlu diverifikasi
Akibat yang diamati: SELISIH STOK

Peta ini adalah ilustrasi alternatif penyebab, bukan bukti bahwa semua faktor benar-benar terjadi.

Aturan utama: untuk tiap dugaan sebab, tuliskan “bagaimana memeriksanya”. Misalnya, telusuri cap waktu transaksi untuk dugaan keterlambatan input, atau bandingkan sensor dengan alat acuan untuk dugaan kesalahan pengukuran.
2.6

Analisis pemangku kepentingan

Pemangku kepentingan adalah pihak yang menggunakan, mengelola, memengaruhi, atau terdampak oleh kegiatan maupun solusi. Kebutuhan pemilik organisasi dapat berbeda dari petugas operasional. Karena itu, mahasiswa perlu memetakan peran, kebutuhan, pengaruh, dan hak akses (Reed et al., 2009).

Pengaruh tinggi · kepentingan tinggiLibatkan secara aktif: pengelola dan penanggung jawab proses.
Pengaruh tinggi · kepentingan rendahJaga dukungan dan komunikasikan perkembangan.
Pengaruh rendah · kepentingan tinggiBerikan informasi: pengguna langsung dan operator.
Pengaruh rendah · kepentingan rendahPantau kebutuhan serta perubahan dampak.

Bedakan kebutuhan dari platform. “Saya ingin aplikasi Android” adalah permintaan bentuk solusi. Kebutuhan yang mendasari mungkin “saya ingin mengetahui ketersediaan laboratorium melalui ponsel”. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui beberapa rancangan teknis yang kemudian dibandingkan.

2.7

Memilih masalah yang paling layak

Masalah yang menarik belum tentu cocok menjadi TA. Pertama lakukan penyaringan minimum: izin data, etika, kesesuaian prodi, keselamatan, dan ketersediaan fasilitas. Hanya kandidat yang lolos disusun dalam matriks prioritas.

KriteriaBobot contohPertanyaan pemandu
Urgensi25%Seberapa mendesak untuk ditangani?
Dampak25%Seberapa penting akibat masalahnya?
Relevansi prodi20%Apakah sesuai kompetensi D3?
Kelayakan20%Bisakah dilakukan dengan sumber daya yang ada?
Keterukuran10%Bisakah hasilnya diperiksa?

🧮 Kalkulator prioritas masalah

Pilih skor 1 (rendah) sampai 5 (tinggi) untuk satu kandidat masalah. Kalkulator ini alat diskusi, bukan bukti statistik atau keputusan otomatis.

Skor terbobot:4,60dari 5,00

Contoh awal: 5×0,25 + 5×0,25 + 5×0,20 + 3×0,20 + 5×0,10 = 4,60. Perbandingan perlu dilakukan antar calon masalah dalam ruang lingkup prodi yang sama.

Jika dua kandidat mempunyai skor hampir sama, lakukan uji kepekaan dengan mendiskusikan perubahan bobot yang masuk akal. Nilai tertinggi tidak boleh mengesampingkan syarat izin, keselamatan, dan kelayakan.

2.8

Menilai data, perangkat, biaya, dan waktu

Kelayakan berarti rencana dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab. Kelayakan bukan hanya soal kemampuan membuat program. TA juga memerlukan akses data, izin, alat uji, waktu evaluasi, dan dokumentasi hasil.

Data & etika

Izin, kualitas data, kerahasiaan, dan keselamatan pengguna.

Teknis

Kompetensi, komputer, perangkat, sensor, serta lingkungan uji.

Waktu & biaya

Jadwal observasi, desain, implementasi, pengujian, revisi.

Jika alat referensi untuk menguji akurasi sensor belum tersedia, jangan mengarang hasil uji. Cari alat yang dapat dipinjam, ubah rancangan evaluasi secara sah, atau batasi klaim penelitian.
Checklist singkat kelayakan
  • Apakah data utama dapat diakses secara sah?
  • Apakah pengujian aman dan tidak mengganggu sistem produksi?
  • Apakah biaya perangkat realistis?
  • Apakah responden atau pengguna bersedia berpartisipasi?
  • Apakah tersedia waktu untuk pengujian dan revisi?
2.9

Menyusun pernyataan masalah

Problem statement merupakan paragraf yang menyatukan konteks, gejala yang didukung bukti, kesenjangan, dampak, dan fokus penelitian. Ini berbeda dari rumusan masalah yang biasanya berbentuk pertanyaan dan akan dikembangkan lebih lanjut pada BAB 5.

Kerangka menulis pernyataan masalah

“Pada [lokasi/proses], [pihak terkait] menghadapi [kondisi aktual yang didukung data] dibandingkan dengan [target yang beralasan]. Kondisi tersebut berdampak pada [konsekuensi]. Berdasarkan [bukti awal], ditemukan/diduga [faktor terkait], sehingga perlu dikaji [fokus TA].”

Contoh sebelum dan sesudah

Kurang kuatLebih terfokus
“Toko belum memiliki aplikasi modern.”“Dalam pemeriksaan simulasi 100 item, 18 item memiliki selisih antara catatan dan stok fisik. Proses pencatatan transaksi perlu ditelusuri sebelum solusi ditetapkan.”
“Laboratorium butuh sistem daring.”“Simulasi menunjukkan enam benturan peminjaman dalam sebulan; informasi ketersediaan dan alur persetujuan perlu dianalisis.”

Angka pada contoh adalah data simulasi untuk pembelajaran. Jangan menyalinnya sebagai temuan penelitian nyata.

2.10

Justifikasi masalah berbasis bukti

Justifikasi menjelaskan mengapa masalah tersebut patut dipelajari dan dapat ditangani sebagai TA D3. Lima unsur argumen yang perlu tersedia adalah:

  1. Konteks: lokasi, proses, dan pihak yang terdampak.
  2. Bukti: jumlah/frekuensi kejadian, periode, sumber, serta cara mencatat.
  3. Dampak: konsekuensi operasional atau teknis yang dapat dijelaskan.
  4. Kebutuhan: kondisi yang semestinya dicapai.
  5. Kontribusi yang layak: apa yang akan dianalisis, dirancang, atau diuji.
Jangan mendahului hasil: kalimat “aplikasi ini pasti meningkatkan akurasi” adalah klaim yang belum terbukti. Gunakan kalimat “akan dirancang dan diuji kesesuaiannya dalam mendukung pencatatan persediaan”.
Contoh justifikasi ringkas — Teknik Komputer

Pada skenario simulasi, ketersediaan catatan suhu ruang server baru mencapai 14 jam per hari dari kebutuhan 24 jam. Kesenjangan 10 jam tersebut membatasi pemantauan kondisi secara berkelanjutan, tetapi tidak membuktikan bahwa suhu sudah melampaui ambang aman. Karena itu, diperlukan analisis kebutuhan dan perancangan prototipe pemantauan yang dapat dievaluasi dari aspek kontinuitas data, respons pengiriman, serta ketepatan pengukuran terhadap alat acuan.

A–C

Tiga studi kasus terintegrasi

Pilih program studi untuk melihat perbedaan konteks, bukti, dugaan penyebab, dan fokus penelitian. Data yang ditampilkan adalah simulasi.

STUDI KASUS A

Ketidaksesuaian stok UMKM

Gejala: terdapat selisih antara stok fisik dan catatan.

Bukti contoh: 18 dari 100 item menunjukkan selisih.

Dugaan sebab: mutasi transaksi tidak dicatat segera.

Fokus yang layak: analisis proses, ketepatan pencatatan, serta kebutuhan sistem informasi persediaan.

✎

Praktikum: Klinik Analisis Masalah TA

Produk akhir: Dokumen Analisis Masalah Tugas Akhir (DAM-TA) 2–4 halaman. Pilih masalah berdasarkan observasi lapangan yang sah atau gunakan salah satu kasus simulasi dengan label yang jelas.

Langkah kerja
  1. Tuliskan tiga calon masalah pada program studi Anda.
  2. Identifikasi gejala, pengguna terdampak, dan bukti yang mungkin diperoleh.
  3. Lakukan observasi serta wawancara awal (atau kaji dokumen simulasi).
  4. Buat matriks kondisi aktual–target–kesenjangan.
  5. Susun 5 Whys atau diagram sebab–akibat dan rencana verifikasi.
  6. Nilai prioritas menggunakan kalkulator, lalu jelaskan alasan keputusan.
  7. Tulis satu pernyataan masalah dan justifikasi 150–250 kata.
Template ringkas matriks identifikasi masalah
KandidatGejalaBukti awalDampakKelayakan
M1…………
M2…………
M3…………
Checklist sebelum konsultasi judul
  • □ Masalah berbeda dari sekadar ide aplikasi.
  • □ Bukti nyata dan data simulasi tidak tercampur.
  • □ Sumber target/kondisi ideal dijelaskan.
  • □ Dugaan penyebab belum diklaim sebagai fakta tanpa verifikasi.
  • □ Pemangku kepentingan dan izin akses dipertimbangkan.
  • □ Fokus dan indikator keberhasilan awal jelas.
Evaluasi pembelajaran mandiri

Kuis formatif BAB 2

20 soal pilihan ganda × 5 poin = 100. Lengkapi identitas sebelum mengerjakan. Nilai dan identitas akan tampil bersama setelah seluruh jawaban diperiksa.

Progres jawaban0 dari 20 soal
↗

Referensi dan bacaan lanjutan

  1. Card, A. J. (2017). The problem with “5 whys”. BMJ Quality & Safety, 26(8), 671–677. https://doi.org/10.1136/bmjqs-2016-005849
  2. Carrizo, D., Dieste, Ó., & Juristo, N. (2014). Systematizing requirements elicitation technique selection. Information and Software Technology, 56(6), 644–669. https://doi.org/10.1016/j.infsof.2014.01.009
  3. Dorst, K. (2011). The core of “design thinking” and its application. Design Studies, 32(6), 521–532. https://doi.org/10.1016/j.destud.2011.07.006
  4. Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105. https://doi.org/10.2307/25148625
  5. Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. Journal of Management Information Systems, 24(3), 45–77. https://doi.org/10.2753/MIS0742-1222240302
  6. Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., Prell, C., Quinn, C. H., & Stringer, L. C. (2009). Who’s in and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management, 90(5), 1933–1949. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2009.01.001

Bahan ajar ini menggunakan kutipan penulis–tahun dan daftar pustaka dengan pendekatan APA edisi ke-7. Skenario dan angka latihan adalah contoh pedagogis, bukan data survei atau penelitian lapangan.