Search This Blog

Sunday, November 1, 2026

Penyusunan Latar Belakang Masalah

Buku ajar interaktif • Bagian II • Bab 4

Penyusunan
Latar Belakang Masalah

Pelajari cara menulis pendahuluan proposal Tugas Akhir yang jelas, berbasis bukti, dan terhubung dengan solusi yang akan diuji.

D3 Komputerisasi AkuntansiD3 Manajemen InformatikaD3 Teknik KomputerKuis formatif: 20 soal

Orientasi pembelajaran

Apa yang akan Anda kuasai?

Setelah mempelajari materi ini, Anda mampu menyusun draf latar belakang BAB I proposal TA yang menghubungkan masalah nyata, bukti, kesenjangan, dampak, dan alasan pemilihan solusi.

01 · Memahami

Menjelaskan fungsi latar belakang dan menyusun argumen dari umum menuju khusus.

02 · Menganalisis

Membedakan fakta, asumsi, data simulasi, serta kebutuhan pengguna dan pengujian.

03 · Menghasilkan

Menulis draf pendahuluan yang dapat ditelusuri sumbernya dan siap dikonsultasikan.

Produk belajar: satu draf latar belakang 6 fungsi paragraf, matriks bukti awal, serta hasil kuis beridentitas. Materi ini menyambung analisis masalah pada BAB 2 dan judul terpilih pada BAB 3.

Peta konsep

Enam simpul dalam latar belakang

Pembaca harus dapat mengikuti satu alur yang logis. Klik atau sentuh setiap tahap untuk membaca fungsi paragraf tersebut.

Klik salah satu tahapan untuk melihat penjelasannya.

Gambar 4.1. Alur penalaran dari konteks sampai kontribusi TA (diagram orisinal).

Perhatikan: enam fungsi ini adalah kerangka belajar, bukan ketentuan wajib bahwa latar belakang harus terdiri dari tepat enam paragraf. Naskah akhir dapat lebih panjang menurut pedoman prodi.

Materi utama · 4.1–4.5

Membangun dasar masalah yang kuat

4.1 Fungsi latar belakang dalam proposal TA

Latar belakang menjelaskan mengapa sebuah masalah nyata perlu diteliti atau dikembangkan solusinya. Isinya bukan rincian kode program, semua teori yang diketahui, atau janji keberhasilan produk. Pada pendidikan vokasi, latar belakang menghubungkan persoalan operasional dengan pekerjaan teknis yang mampu diuji.

Pertanyaan utama Apa yang terjadi, kepada siapa, seberapa penting dampaknya, dan mengapa solusi perlu dirancang atau dievaluasi?
Bukan tujuan utamanya Menulis sejarah internet, menjelaskan seluruh algoritma, atau menyatakan hasil uji yang belum dilakukan.

4.2 Menulis dari konteks umum ke masalah spesifik

Gunakan pendekatan corong argumentasi: awali dari bidang kerja atau proses yang benar-benar terkait, lalu jelaskan keadaan ideal, temuan aktual, dan alasan penanganan. Contoh: jangan membuka TA persediaan dengan sejarah komputer; mulailah dari pentingnya informasi stok untuk keputusan pemesanan barang pada UMKM.

Contoh transisi ilmiah: “Dalam kondisi ideal, setiap transaksi tercatat pada hari yang sama. Namun, catatan pemeriksaan awal menunjukkan sebagian transaksi baru dimasukkan pada hari berikutnya. Kondisi ini berpotensi menghambat pembaruan informasi stok dan memerlukan analisis proses pencatatan.”

4.3 Menampilkan fakta lapangan dan bukti empiris

Bukti dapat berasal dari observasi, wawancara, dokumen transaksi, SOP, log sistem, atau pengukuran sensor. Setiap angka perlu satuan, periode, sumber, dan cakupan pemeriksaan. Keterangan satu narasumber tidak otomatis mewakili semua pengguna; angka simulasi tidak boleh disebut data lapangan.

Fakta yang dapat diperiksa

“Dari 50 transaksi dalam latihan lima hari, 12 transaksi terlambat diperbarui.” Catatan: ini data simulasi.

Interpretasi yang terlalu jauh

“Karena 12 transaksi terlambat, semua UMKM pasti mengalami kerugian besar.” Kesimpulan ini tidak didukung data.

SumberKegunaanBatas yang perlu diingat
Catatan transaksi/logMenghitung peristiwa, waktu, dan frekuensi.Periode kecil belum tentu mewakili semua periode.
ObservasiMelihat proses kerja sebagaimana terjadi.Perlu mencatat konteks, waktu, dan izin.
WawancaraMemahami kebutuhan dan pengalaman pengguna.Opini individu bukan fakta umum seluruh pengguna.
Jurnal/standarLandasan konsep dan acuan teknis.Tidak menggantikan data kondisi lokal.

4.4 Menjelaskan hubungan kesenjangan, dampak, dan kebutuhan

Kesenjangan adalah selisih kondisi aktual dan kondisi yang diharapkan. Kondisi ideal perlu bersumber dari kebutuhan pengguna, SOP, atau acuan teknis yang relevan. Hubungan sebab-akibat belum boleh dipastikan hanya karena ada selisih.

Interaktif · Hitung kesenjangan operasional

Contoh jumlah benturan jadwal per bulan. Pada ilustrasi ini, nilai yang lebih rendah dianggap lebih baik.

Selisih terhadap target: 6 kejadian di atas target per bulan

Angka di atas semata-mata simulasi latihan, bukan standar nasional atau temuan lapangan.

4.5 Menilai keterbatasan solusi yang digunakan

Gambarkan prosedur saat ini secara adil. Pencatatan manual bisa murah dan mudah, tetapi mungkin belum mendukung pembaruan terpusat. Peminjaman melalui pesan mudah dilakukan, namun histori dan persetujuan bisa tersebar. Pemeriksaan suhu manual dapat akurat pada saat pengecekan, tetapi tidak memberikan rekaman kontinu. Solusi baru perlu dipilih setelah menilai keunggulan, keterbatasan, biaya, dan risiko yang relevan.

Materi utama · 4.6–4.10

Mengubah bukti menjadi argumentasi ilmiah

4.6 Justifikasi teknologi atau metode

Alasan memilih teknologi harus berasal dari masalah dan kebutuhan pengguna. Pilih aplikasi web karena kebutuhan akses dan histori terpusat; pilih prototipe IoT karena diperlukan pemantauan berkala serta notifikasi; pilih metode prototyping apabila umpan balik pengguna diperlukan selama perancangan. Jangan memakai alasan “karena teknologi ini sedang tren”.

ProdiKebutuhanArah solusiRencana indikator
Komputerisasi AkuntansiSaldo stok konsisten.Sistem persediaan berbasis web.Kecocokan stok dengan perhitungan pembanding.
Manajemen InformatikaKonflik jadwal berkurang.Reservasi laboratorium.Uji skenario jadwal bertumpang tindih.
Teknik KomputerInformasi suhu tersedia berkala.Prototipe ESP32 dan sensor.Galat pembacaan dan latensi notifikasi.

4.7 Kontribusi dan urgensi

Urgensi berarti adanya alasan rasional untuk menangani masalah. Kontribusi TA D3 tidak harus menemukan teknologi pertama di dunia. Nilai tambah dapat berupa adaptasi alur, integrasi komponen, prototipe yang sesuai kebutuhan, atau evaluasi kinerja dengan bukti yang dapat diperiksa.

4.8 Sitasi APA 7 dan integritas akademik

Sitasi mendukung teori, temuan, dan gagasan dari penulis lain. Contoh sitasi naratif: Wieringa (2014); sitasi parentetik: (Peffers et al., 2007). Artikel ilmiah tidak otomatis membuktikan kondisi khusus UMKM atau laboratorium yang sedang diteliti. Data setempat membutuhkan bukti setempat.

Etika akademik: hindari sumber fiktif, kutipan yang belum diverifikasi, angka rekaan sebagai temuan, dan informasi pribadi tanpa izin. Gunakan AI sebagai bantuan belajar, bukan pengganti pemeriksaan sumber dan fakta.

4.9 Kesalahan umum dan perbaikannya

Buka setiap contoh untuk melihat bentuk perbaikan yang lebih tepat.

“Teknologi berkembang sangat pesat sehingga semua perusahaan wajib memakai website.”
Revisi: “Dalam proses pencatatan persediaan pada UMKM yang dikaji, pembaruan data stok memerlukan pengecekan ulang. Kebutuhan penyajian informasi yang lebih terpusat perlu dianalisis berdasarkan catatan transaksi dan keterangan petugas.”
“Sistem lama terbukti tidak efisien dan menyebabkan semua pengguna merugi.”
Revisi: “Pada periode pemeriksaan awal, terdapat keterlambatan pemutakhiran data. Dampaknya terhadap waktu layanan dan akurasi laporan masih perlu diukur.”
“Sensor ESP32 ini pasti mencegah seluruh kerusakan server.”
Revisi: “Prototipe dirancang untuk merekam suhu dan mengirimkan peringatan; akurasi pembacaan dan keterlambatan notifikasi akan dievaluasi dalam kondisi pengujian yang ditetapkan.”

4.10 Lokakarya penulisan

Susun latar belakang dengan enam fungsi paragraf. Untuk setiap paragraf, tentukan klaim → bukti → penalaran → kaitan dengan masalah TA. Kemudian lakukan audit: apakah angka memiliki sumber, apakah dampak terlalu dibesar-besarkan, dan apakah solusi yang direncanakan memang menjawab masalah?

Studi kasus berkelanjutan

Tiga contoh latar belakang terarah

Contoh berikut memakai data simulasi pembelajaran. Gunakan struktur dan cara berpikirnya, bukan menyalin angkanya sebagai temuan penelitian Anda.

KOMPUTERISASI AKUNTANSI — Persediaan UMKM dan laporan penjualan

Judul contoh: Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang dan Laporan Penjualan pada UMKM Berbasis Web.

Informasi persediaan dan penjualan dibutuhkan UMKM untuk melayani pembeli dan mengambil keputusan pemesanan. Ketepatan pembaruan stok menjadi penting ketika beberapa petugas mencatat transaksi pada waktu yang berbeda.
Setiap barang masuk dan keluar seharusnya tercatat melalui dokumen yang jelas sehingga saldo stok dapat dicocokkan dengan transaksi dan laporan penjualan pada periode yang disepakati.
Dalam latihan pemeriksaan 50 transaksi selama lima hari, 12 transaksi diperbarui setelah hari transaksi berlangsung. Angka ini data simulasi, bukan hasil observasi lapangan.
Apabila pola serupa terjadi pada lokasi penelitian, informasi saldo stok berpotensi terlambat mencerminkan mutasi barang. Keadaan tersebut dapat menyulitkan pemeriksaan persediaan dan penyusunan ringkasan penjualan, tetapi besaran dampaknya masih harus diukur.
Pencatatan manual relatif sederhana dan murah, tetapi pembaruan antardokumen dapat memerlukan pekerjaan ganda. Sistem berbasis web dapat dipertimbangkan bila dibutuhkan basis data transaksi terpadu dan pengaturan hak akses pengguna.
Penelitian direncanakan merancang sistem persediaan dan laporan penjualan dengan pengujian ketepatan saldo, kesesuaian laporan, dan fungsi pencatatan. Kinerja produk akan ditentukan melalui pengujian, bukan melalui klaim keberhasilan pada tahap proposal.
MANAJEMEN INFORMATIKA — Penjadwalan dan peminjaman laboratorium

Judul contoh: Pengembangan Sistem Informasi Penjadwalan dan Peminjaman Laboratorium Berbasis Web Menggunakan Metode Prototyping.

Laboratorium komputer digunakan oleh berbagai kelas dan unit sehingga jadwal pemakaiannya perlu dikelola agar ruang dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Pengguna seharusnya dapat melihat ketersediaan ruang, mengajukan permintaan, memperoleh status persetujuan, serta memeriksa perubahan jadwal dari satu sumber informasi yang disepakati.
Dalam latihan, dari 30 permohonan selama empat minggu terdapat tujuh permintaan yang berbenturan sebelum dilakukan penyesuaian jadwal. Seluruh angka adalah simulasi pembelajaran.
Permintaan yang tumpang tindih dapat meningkatkan pekerjaan administrasi dan menghambat kepastian pemakaian ruang. Besar gangguan pada kegiatan praktikum hanya dapat dinyatakan setelah bukti nyata tersedia.
Pemesanan melalui pesan langsung mudah dilakukan, tetapi histori persetujuan dapat tersebar. Sistem peminjaman berbasis web dengan pemeriksaan benturan otomatis dapat ditinjau sebagai alternatif, dengan kebutuhan yang divalidasi melalui umpan balik pengguna.
Proyek dirancang menghasilkan prototipe peminjaman laboratorium yang diuji melalui skenario reservasi bertumpang tindih, pembatalan, otorisasi pengguna, serta evaluasi kemudahan penggunaan.
TEKNIK KOMPUTER — Pemantauan suhu dan kelembapan ruang server

Judul contoh: Rancang Bangun Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembapan Ruang Server Berbasis ESP32 dan Internet of Things.

Ruang server membutuhkan informasi lingkungan untuk membantu petugas memeriksa kondisi operasional perangkat jaringan dan komputasi.
Pemantauan seharusnya menyediakan data suhu serta kelembapan sesuai interval yang diperlukan, dilengkapi catatan waktu dan peringatan jika ambang yang sah terlampaui.
Dalam skenario 24 kali pemeriksaan selama enam hari, enam pembacaan ditempatkan di atas ambang operasional asumsi latihan. Data ini bukan hasil pengukuran ruang server nyata.
Pemeriksaan berkala dapat menyisakan rentang waktu ketika perubahan suhu tidak segera diketahui. Namun, kondisi ini tidak membuktikan bahwa telah terjadi kerusakan perangkat.
Prototipe ESP32 dengan sensor dan sistem notifikasi dapat dipertimbangkan jika jaringan dan daya mendukung. Ketepatan pembacaan masih dipengaruhi karakter sensor, kalibrasi, dan lingkungan pemasangan.
Rancangan akan diuji melalui pembandingan sensor dengan alat acuan, pengukuran keterlambatan data, dan keberhasilan pengiriman notifikasi. Ruang lingkup tidak mencakup pengendalian pendingin otomatis.

Praktikum mandiri

Bangun draf latar belakang Anda

Ketik satu sampai tiga kalimat untuk setiap fungsi paragraf. Tombol Susun draf akan menggabungkan teks menjadi contoh kerangka yang bisa disalin untuk dikembangkan di Word.

0 kata tertulis.
Draf Anda akan ditampilkan di sini.

Privasi: teks latihan ini diproses di peramban dan tidak dikirim ke dosen maupun server oleh kode artikel.

Checklist sebelum dikumpulkan: (1) masalah konsisten dengan judul, (2) data lokal sungguh ada, (3) target memiliki dasar, (4) dampak tidak dilebihkan, (5) solusi masuk akal, (6) sitasi dan daftar pustaka benar.

Evaluasi formatif

Kuis BAB 4 — 20 soal, nilai 0–100

Petunjuk: isi nama lengkap, program studi, dan nomor presensi. Jawablah semua 20 soal pilihan ganda; setiap jawaban benar bernilai 5 poin. Setelah menekan Periksa dan tampilkan nilai, halaman menampilkan identitas Anda bersama nilainya dan pembahasan jawaban.

Penting: kuis ini menghitung nilai di perangkat Anda. Hasil tidak otomatis terkirim ke dosen atau Google Sheets. Gunakan tombol Salin Hasil atau Cetak Hasil, kemudian kirim sesuai petunjuk dosen.

Identitas mahasiswa

Gunakan nomor yang tercatat di kelas.
0 dari 20 soal terjawab

Rujukan pilihan

Daftar pustaka untuk pendalaman

  1. Carrizo, D., Dieste, Ó., & Juristo, N. (2014). Systematizing requirements elicitation technique selection. Information and Software Technology, 56(6), 644–669. DOI.
  2. Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105. DOI.
  3. Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. Journal of Management Information Systems, 24(3), 45–77. DOI.
  4. Wieringa, R. J. (2014). Design science methodology for information systems and software engineering. Springer. DOI.
  5. American Psychological Association. (n.d.). In-text citations. APA Style. Panduan resmi.
Langkah berikutnya: gunakan draf latar belakang yang telah diperbaiki untuk BAB 5 — Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat, dan Batasan Penelitian.
Buku Ajar Metode Penelitian Terapan dan Penyusunan Proposal Tugas Akhir • BAB 4 • Materi interaktif untuk pembelajaran vokasi D3. Semua angka contoh merupakan simulasi dan tidak boleh dipakai sebagai temuan empiris.

Penentuan Topik, Judul, dan Kelayakan Tugas Akhir

BUKU AJAR · METODE PENELITIAN TERAPAN · BAB 03

Dari Masalah Nyata Menjadi Judul TA yang Layak

Penentuan Topik, Judul, dan Kelayakan Tugas Akhir untuk D3 Komputerisasi Akuntansi, Manajemen Informatika, dan Teknik Komputer.

16 pertemuan · Pertemuan 3Belajar berbasis proyekKuis 20 soal
Mulai mempelajari bab
PETA PERJALANAN
01Temukan masalah nyata
↓
02Pilih fokus & produk
↓
03Nilai kelayakan
↓
04Finalkan judul TA
BELAJAR TERARAH

Apa yang akan kamu kuasai?

Setelah mempelajari bab ini, kamu bisa mengubah hasil analisis masalah BAB 2 menjadi judul Tugas Akhir yang spesifik, dapat dikerjakan, dan dapat diuji.

01Membedakan

Topik, masalah, fokus, objek, produk, dan judul.

02Menyusun

Tiga alternatif judul yang relevan dengan kompetensi prodi.

03Menilai

Kelayakan teknis, operasional, biaya, etika, dan waktu.

04Memilih

Satu judul terpilih beserta argumentasi dan batasan kajian.

Pertanyaan pemantik

Apakah judul “Membuat Aplikasi Kasir Berbasis Web” sudah cukup baik bila masalah pengguna, fungsi yang diperlukan, dan cara pengujian belum jelas?

Lihat arahan berpikir

Belum tentu. Bahasa pemrograman dan bentuk aplikasi hanya menjelaskan teknologi. Judul yang kuat harus berangkat dari masalah yang memiliki bukti dan ruang lingkup yang dapat diperiksa.

VISUALISASI KONSEP

Peta konsep pemilihan judul

Amati mengapa penetapan judul bukan langkah pertama dalam penelitian terapan.

Baca alur dari kiri ke kanan pada layar lebar; tampil berurutan ke bawah pada telepon genggam.

MATERI INTI · SUBBAB 3.1–3.10

Pelajari konsep satu per satu

Setiap subbab dilengkapi konsep, ilustrasi kontekstual, dan hal yang perlu diperhatikan saat menyusun proposal.

3.1Topik dan judul Tugas Akhir

Topik adalah bidang kajian yang masih luas. Masalah merupakan kesenjangan yang didukung bukti. Fokus memilih bagian masalah yang sanggup ditangani. Judul merangkum kegiatan, fungsi/objek, dan konteks pekerjaan TA secara jelas.

Contoh berjenjang

Topik: Digitalisasi UMKM → Masalah: stok fisik dan catatan berbeda → Fokus: mutasi barang dan laporan penjualan → Judul: “Perancangan Sistem Informasi Persediaan dan Laporan Penjualan pada UMKM X Berbasis Web”.

Jangan memulai dari “ingin memakai AI atau IoT”, kemudian mencari-cari masalah yang cocok. Alurnya justru dari bukti masalah menuju pilihan teknologi.

3.2Ciri judul yang spesifik, informatif, dan terukur

Judul yang baik menjawab sebagian pertanyaan: apa yang dilakukan?, apa produk/objeknya?, apa fungsi utamanya?, dan di mana atau untuk siapa digunakan?. Metode atau teknologi dicantumkan apabila benar-benar menjadi pembeda penting.

KURANG TEPAT

“Aplikasi Paling Cerdas dan Terbaik untuk UMKM”

LEBIH JELAS

“Pengembangan Sistem Pencatatan Penjualan dan Persediaan pada UMKM X Berbasis Web”

Hindari klaim seperti “paling akurat”, “pasti meningkatkan”, atau “100% aman” karena hasilnya belum diuji. Judul tidak harus menuliskan seluruh indikator, tetapi harus memungkinkan rencana pengujian yang masuk akal.

3.3Kesesuaian dengan kompetensi program studi

Komputerisasi Akuntansi menekankan ketepatan transaksi, alur dokumen, persediaan, dan pelaporan. Manajemen Informatika menekankan analisis kebutuhan, basis data, aplikasi, pemodelan, serta pengujian perangkat lunak. Teknik Komputer menekankan perancangan perangkat dan jaringan, integrasi sensor, kalibrasi, serta pengukuran kinerja.

Satu kasus bisa melibatkan beberapa bidang. Pastikan kontribusi utamanya menunjukkan kompetensi khas program studi, bukan sekadar penggunaan perangkat atau tampilan visual.

Pertanyaan kunci: Bagian mana dari TA yang membuktikan kompetensi saya sebagai lulusan prodi ini?
3.4Objek, lokasi, dan batasan proyek

Objek adalah proses, sistem, atau perangkat yang diteliti. Lokasi menunjukkan tempat kegiatan. Unit analisis adalah satuan yang diperiksa, misalnya transaksi atau pembacaan sensor. Cakupan menjelaskan apa yang dikerjakan; batasan menjelaskan apa yang sengaja tidak dikerjakan; asumsi adalah kondisi yang masih perlu diverifikasi.

DALAM CAKUPAN

Satu laboratorium, tiga peran pengguna, pengajuan dan persetujuan peminjaman, serta uji benturan jadwal.

DI LUAR CAKUPAN

Integrasi semua kampus, sistem keuangan pusat, dan modul yang tidak berkaitan dengan masalah.

Penelitian yang sengaja dibatasi dengan alasan ilmiah lebih baik daripada proyek sangat besar yang tidak dapat diuji.

3.5Menentukan produk atau solusi yang ditawarkan

Luaran TA dapat berupa aplikasi, prototipe IoT, konfigurasi perangkat atau jaringan, perbaikan prosedur berbasis sistem, maupun evaluasi teknologi. Produk minimum yang layak diuji adalah solusi dengan fungsi inti yang cukup untuk menjawab masalah utama dan menghasilkan bukti penilaian.

Contoh: sistem peminjaman laboratorium cukup mempunyai fungsi melihat ketersediaan, mengajukan penggunaan, memeriksa benturan, dan menyetujui jadwal. Fitur dekoratif atau integrasi luas belum tentu dibutuhkan.

Rantai konsistensi: masalah → kebutuhan pengguna → fungsi inti → indikator keberhasilan → pengujian.
3.6Kebaruan praktis dan kontribusi TA D3

TA D3 tidak harus menemukan teknologi pertama di dunia. Kontribusi yang sah dapat berupa penerapan pada konteks nyata, adaptasi alur lokal, integrasi komponen, atau evaluasi kinerja menggunakan data dan prosedur yang jelas.

Adopsi yang tepatAdaptasi kebutuhanIntegrasi komponenEvaluasi terukur

Periksa karya terdahulu, jelaskan letak perbedaannya, dan gunakan sitasi. Jangan mengklaim inovasi mutlak hanya karena memakai perangkat lunak baru atau mengganti lokasi penelitian.

3.7Analisis kelayakan teknis, operasional, ekonomi, dan waktu

Periksa lima gerbang: teknis (perangkat/kompetensi/alat uji), operasional (pengguna dan proses), ekonomi (anggaran), etika dan hukum (izin, privasi, keselamatan), serta waktu (jadwal dan cadangan risiko).

TeknisOperasionalBiayaIzin & etikaWaktu

Jika akses data ilegal, keselamatan terancam, atau instrumen pengujian kunci tidak tersedia tanpa alternatif realistis, judul harus direvisi meskipun terlihat menarik dan memperoleh skor tinggi.

3.8Kesalahan umum penulisan judul
  • Judul hanya mencantumkan teknologi tetapi tidak menjelaskan masalah.
  • Objek dan pengguna tidak spesifik.
  • Fitur terlalu banyak sehingga proyek tidak realistis.
  • Memuat klaim keberhasilan sebelum pengujian.
  • Kontribusi tidak sesuai dengan kompetensi prodi.
  • Data atau izin belum tersedia, namun dianggap pasti diperoleh.
  • Singkatan dan istilah asing terlalu banyak tanpa alasan.

Perbaiki substansi terlebih dahulu, baru tata bahasa, panjang judul, dan konsistensi istilah.

3.9Matriks seleksi dan konsultasi pembimbing

Buat tiga alternatif yang benar-benar berbeda dalam luaran, ruang lingkup, atau pendekatannya. Nilai dengan kriteria berbobot: relevansi 25%, bukti awal 20%, kesesuaian prodi 15%, kelayakan teknis 15%, akses/etika 15%, keterukuran 10%.

Untuk nilai setiap kriteria 1–5, skor akhir (0–100) = jumlah bobot × nilai ÷ 5. Skor dipakai untuk membantu diskusi, bukan menggantikan keputusan akademik, data, atau izin.

Catat tanggal konsultasi, masukan, alternatif yang ditolak, alasan, serta revisi yang disetujui. Lanjutkan ke simulasi matriks di bawah untuk mencoba perhitungannya sendiri.

3.10Finalisasi topik dan judul

Hasil BAB 3 adalah Berkas Penetapan Topik dan Judul TA (BPTJ-TA). Isinya meliputi bukti masalah dari BAB 2, tiga alternatif, matriks seleksi, justifikasi, satu judul final sementara, batasan, indikator uji awal, risiko, dan catatan konsultasi.

Periksa apakah istilah sudah baku, cakupan proporsional, akses sah, dan produk dapat diuji. Judul boleh direvisi setelah penelusuran pustaka atau masukan pembimbing, tetapi setiap perubahan harus dicatat agar konsisten dengan BAB I–III.

CONTOH KONTEKSTUAL

Tiga program studi, tiga masalah nyata

Klik program studi untuk melihat perubahan masalah menjadi judul dan indikator uji. Semua angka dan nama unit adalah contoh/simulasi pembelajaran.

D3 KOMPUTERISASI AKUNTANSI · SIMULASI

Persediaan dan laporan penjualan UMKM

Gejala: terjadi selisih antara stok fisik dan catatan barang. Fokus: pencatatan barang masuk/keluar serta pelaporan penjualan. Usulan judul: Perancangan Sistem Informasi Persediaan dan Laporan Penjualan pada UMKM X Berbasis Web.

Indikator awal: konsistensi catatan transaksi dan ketepatan perhitungan stok terhadap data pembanding.

BELAJAR SAMBIL MENCOBA

Laboratorium mini pemilihan judul

Latihan ini hanya diproses di perangkatmu. Tidak mengirim data ke dosen ataupun server.

AKTIVITAS 1

Bangun calon judul TA

Masukkan unsur-unsur penting. Rumusan judul akan terbentuk secara otomatis.

PRATINJAU RUMUSAN

Lengkapi produk/objek dan konteks untuk melihat calon judul TA.

AKTIVITAS 2

Simulasikan matriks kelayakan

Gunakan skala 1–5 untuk melihat pengaruh tiap kriteria terhadap skor. Angka awal adalah ilustrasi alternatif A.

SKOR SIMULASI90/ 100

Skor membantu seleksi. Pastikan syarat kritis sudah terpenuhi.

✓
Tugas praktikum. Susun tiga alternatif judul dari satu masalah terpilih di BAB 2, nilai kelayakannya, lalu ajukan satu judul terpilih kepada dosen. Lampirkan bukti masalah, alasan keputusan, batasan, dan dua indikator keberhasilan awal.
RANGKUMAN CEPAT

Sebelum mengikuti kuis, periksa pemahamanmu

0 dari 6 indikator dipahami.

EVALUASI FORMATIF BAB 3

Uji pemahamanmu

Jawab 20 soal pilihan ganda. Setiap jawaban benar bernilai 5 poin. Lengkapi identitas terlebih dahulu; data identitas dan nilai akan tampil pada bukti hasil kuis.

LANGKAH 1 / 2

Identitas mahasiswa

Privasi: kuis ini menghitung nilai di browser. Nama dan jawaban tidak dikirim secara otomatis ke dosen. Gunakan tombol unduh atau cetak setelah nilai muncul untuk menyerahkan bukti pengerjaan.

LANGKAH 2 / 2

Soal pilihan ganda

0 / 20 dijawab

Memuat 20 soal pilihan ganda…

BACAAN PENUNJANG

Referensi akademik

  1. Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. MIS Quarterly, 28(1), 75–105. https://doi.org/10.2307/25148625
  2. Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. Journal of Management Information Systems, 24(3), 45–77. https://doi.org/10.2753/MIS0742-1222240302
  3. Dorst, K. (2011). The core of “design thinking” and its application. Design Studies, 32(6), 521–532. https://doi.org/10.1016/j.destud.2011.07.006
  4. Gregor, S., & Hevner, A. R. (2013). Positioning and presenting design science research for maximum impact. MIS Quarterly, 37(2), 337–355. https://doi.org/10.25300/MISQ/2013/37.2.01
  5. Wieringa, R. J. (2014). Design science methodology for information systems and software engineering. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-662-43839-8

Ketentuan khusus judul, format, dan persetujuan TA tetap mengikuti pedoman perguruan tinggi masing-masing. Perhitungan skor dan ambang contoh dalam halaman ini merupakan alat pembelajaran, bukan standar nasional.